Press "Enter" to skip to content

Festival Kambing 2018 Desa Dermaji

Bayu Setyo Nugrogo, Kepala Desa Dermaji

Dermaji. Minggu (12/8) pagi Lapangan Grumbul Pangkalan, Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah sudah dipenuhi kambing. Ada kegiatan menarik di sana, Festival Kambing. Terlebih lagi hari ini mendekati peringatan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus dan setelah itu Hari Raya Idhul Adha. Kambing yang dikonteskan nampak bagus, sehat dan kuat. Mengundang banyak orang, laki-laki perempuan, dewasa dan anak berdatangan ke lapangan desa Dermaji. 

Sebagian kambing peserta kontes

Kepala Desa Dermaji, Bayu Setyo Nugroho tampak sibuk. Memastikan semua persiapan di lapangan. Tangannya sibuk merekam foto setiap lokasi kegiatan dan menyebarkan ke group WA. Yossi, kerabatnya di desa.id menyambutnya, “.. makin ramai dan keren desa-desa kita.”

Menurut Bayu Setyo Nugroho, Kepala Desa Dermaji,  kegiatan festival tersebut sebagai upaya mempromosikan dan mengenalkan potensi desa berupa ternak kambing, juga sebagai ajang belajar dan sharing pengalaman budidaya ternak kambing. Ternak kambing merupakan satu di antara potensi unggulan di Desa Dermaji. Hampir seluruh kepala keluarga di Desa Dermaji membudidayakan ternak kambing. Jumlah ternak kambing tiap tahun bisa mencapai lebih dari 3 ribu ekor.

“Setiap tahun, sedikitnya 500 ekor kambing pada masa musim Hari Raya Idul Adha dikirim ke Jakarta. Itu belum termasuk yang dikirim ke kota lain, termasuk untuk memenuhi pasar lokal,” dijelaskan Bayu.

Semua lapisan masyarakat terlibat

Dalam Festival Kambing 2018 ini, kontes kambing dibuat dalam dua kategori umum, yaitu kategori peranakan etawah (PE) dan jawa randu. Ada 24 kelas yang akan dikonteskan seperti jantan bakalan, bandot, betina bakalan, betina indukan dan lainnya.

Festival Kambing ternyata bukan hanya pergelarkan kontes kambing. Sarasehan Desa Membangun juga digelar dengan mengundang narasumber dan pegiat, pemerhati dan pelaku pembangunan Desa.

Selain itu, lapisan perempuan, anak-anak dan keluarga juga diundang untuk terlibat. Ada lomba mewarnai, pegelaran dongeng anak, pameran produk desa, dan kuliner khas Desa Dermaji.

Jajanan khas desa

Nampaknya kepala desa yang nampak selalu semangat itu memenuhi janjinya, manfatkan ruang-ruang Kewenangan Desa dengan inovasi dan kreasi. Dan dengan begitu, dukungan anggaran yang besar dan pelaksanaan UU Desa menjadi lebih bermakna bagi Pembangunan Desa dan sekaligus, kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Desa (AH). 

Be First to Comment

Silahkan berkomentar ..

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: