Press "Enter" to skip to content

Bantuan Hukum Merespon Diskriminasi Terhadap Perempuan

Penulis: Andik Hardiyanto

Email: [email protected]

Bagaimana situasi akses perempuan, khususnya perempuan miskin terhadap bantuan hukum? Kekerasan terhadap perempuan, dengan berbagai bentuk dan dampaknya, butuh penanganan yang memahami hak asasi perempuan. Bukan sekedar empati, tetapi suatu keyakinan yang didasarkan pada fakta adanya hak asasi perempuan itu. 

Diskriminasi telah lama diyakini sebagai sumber bencana. Dalam kondisi kemiskinan yang memuncak, diskriminasi bisa menghasilkan peristiwa tragis. Terlebih lagi jika kemiskinan itu melibatkan perampasan daya perempuan, di mana ketidakberdayaan menjadi sebab, aspek dan sekaligus dampak. Coba periksa kasus gizi buruk, kelaparan, dan kematian yang banyak melibatkan perempuan sebagai korban. Tidak sulit untuk mengkaji dalam kondisi kemiskinan, bahwa diskriminasi terhadap perempuan menyebabkan Angka Kematian Ibu tinggi.  

Ornop harus kembangkan alat bantu (tools) analisis

Kembali ke pokok soal, bagaimana bantuan hukum merespon diskriminasi terhadap perempuan? Kelembagaan bantuan hukum sudah lama menyadari pentingnya isu ini. Bantuan hukum adalah tindakan dalam tradisi legal professional yang bisa mendukung jaminan keamanan, pemulihan dan merebut kembali hak-hak perempuan korban kekerasan. Namun dalam praktik, kerja tradisi semacam itu tidaklah cukup. 

LRC-KJHAM berbasis di Semarang, pada 11-14 Agutus kemarin, mendiskusikan topik ini untuk menguatkan strategi bantuan hukum mereka. Dan berikut, soal bagaimana strategi bantuan hukum itu mampu bekerja dalam sistsm penanganan kasus yang respek pada suara, perspektif dan hak-hak perempuan. 

CEDAW menjelaskan pengertian tentang diskriminasi terhadap perempuan sebagai, “…setiap perbedaan, pengucilan atau pembatasan yang dibuat atas dasar jenis kelamin, yang mempunyai pengaruh atau tujuan untuk mengurangi atau menghapuskan pengakuan, penikmatan atau penggunaan hak-hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan pokok di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, sipil atau apapun lainnya oleh kaum perempuan, terlepas dari status perkawinan mereka, atas dasar persamaan antara laki-laki dan perempuan.” Di sini, budaya yang bersosok tegas dominasi dan stereotype yang memarjinalkan perempuan jelas memperparah bentuk-bentuk diskriminasi tersebut. Analsis gender yang tepat dan kuat akan sangat membantu membongkar soal relasi kuasa, kesenjangan hak, dan bagaimana persamaan hak dan kebebasan ditanggalkan dari tubuh dan pikiran perempuan.

Diskriminasi terhadap perempuan harus diurai dengan jelas

Lalu, dengan begitu apa dan bagaimana bantuan hukum dijalankan? Bantuan hukum yang berkeadilan jender dapat dibangun dengan, setidaknya, 3 karakter pembentuk, yakni: 1) analisis situasi dominasi dan stereotype; 2) sifat struktural kasus di mana harus dipastikan kebijakan atau pengambilan keputusan yang merugikan hak perempuan itu jelas-jelas menguatkan aspek dominasi dan stereotype tadi; 3) angkat fakta diskriminasi dalam sitruasi kemiskinan perempuan. Yang ketiga ini akan menegaskan strategi bantuan hukum itu lebih berdayaguna untuk membela hak-hak kelompok perempuan miskin. Ketiga karakter itu berhubungan langsung dengan bentuk-bentuk diskriminasi. 

Dalam konteks ini, pendekatan berbasis hak, penggunaan konsep dan instrumen hukum hak asasi manusia, akan sangat membantu menguatkan strategi bantuan hukum. Memastikan tidak ada hak asasi manusia tanpa hak asasi perempuan itu adalah fakta. Di sisi lain, pendidikan dan pengorganisasian akan mendorong kuat bantuan hukum sebagai gerakan sosial anti kekerasan terhadap perempuan. 

Situasi topik diskusi tentu lebih detil dari apa yang disampaikan di atas. Namun kemauan untuk mengembangkan alat bantu analisis gender merupakan kehormatan yang disajikan LRC-KJHAM, organisasi hak asasi perempuan yang telah berumur lebih dari 10 tahun ini. Topik bantuan hukum dan kekerasan terhadap perempuan ini bukan hanya isu global dan urban. LRC-KJHAM mengerahkan banyak energinya di lapangan perdesaan. (*)

Be First to Comment

Silahkan berkomentar ..

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: